Jumat, 10 Juli 2015

Pemeriksaan Asam Urat



Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin (adenin dan guanin) yang merupakan konstituen asam nukleat. Asam urat akan disintesis dalam hati oleh bantuan enzim xantine oksidase.  Asam urat diangkat ke ginjal untuk di giltrasi , di reabsorpsi sebagian, dan diekskresikan melalui urin.
Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan serum tergantung pada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin. Kadar asam urat yang meningkat dijumpai pada : gout , leukimia (limfositik, meilositik, monositik), kanker metastastik, mieloma multiple,  eklampsia berat, alkoholisme, hiperlipoprotinemia, DM berat, gagal ginjla, glomerulonefritis,  gagal jantung kongestif, anemia hemolitik, limfoma, polisitemia, stress,  penurunan berat badan – tinggi protein.

Obat-obat yang berpengaruh pada peningkatan kadar asam urat adalah :
Diuretik, levedopa, metildopa,  asam askorbat,  fenotiazin, saisilat , teofilin, dll
Pada gout , peningkatan prosduksi asam urat di pengaruhi oleh  mekanisme idiopatik, tetapi biasanya karena peningkatan  sintesis asam urat endogen sebagai cacat metabolik bawaan. Adanya pengkristalan ura menyebabkan sendi membengkak,  meradang dan nyeri. Alopurinol diberikan kepada penderita gout sebagai obat yang menghambat enzim xhantine oksidase.
Cara pememriksaan:
1.       Perhatikan masa expired pada setiap strip
2.       Nyalakan dan persiapkan alat dengan memasang chip untuk pemeriksaan asam urat
3.       Pada layar akan muncul kode/angka sesuai pada botol strip
4.       Masukkan jarum pada lancing / alat  tembak berbentuk pen dan atur kedalaman jarum
5.       Bersihkan jari manis pasien menggunakan kapas alkohol 705 kemudian keringkan
6.       Tembakkan jarum pada jari dan tekan agar darah keluar
7.       Setelah darah keluar , sapu dengan kapas steril
8.       Darah disentuh pada strip
9.       Baca kadar asam urat yang nampak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar