Selasa, 23 Juni 2015

Pemeriksaan Golongan Darah



    Penetapan golongan darah ABO adalah salah satu cara penetapan golongan darah yang berdasarkan identifikasi adanya antigen (aglutinogen A dan B pada permukaan sel darah merah. Pemeriksaan golongan darah ini penting untuk dilakukan sebelum hendak melakukan transfusi darah, hal ini dilakukan untuk mencocokkan darah donor dengan darah pasien agar tidak terjadi reaksi transfusi.

   Reaksi transfusi ini dapat menyebabkan resiko, diantaranya :
·         Acute     : overload, reaksi hemolitik, reaksi alergi, emboli udara, demam ,dl
·         Delayed : infeksi dan imunosupresi
Untuk menentukan golongan darah maka dilakukan pengambilan darah pasien kemudian mereaksikan darah pasien tersebut dengan serum anti-A , anti-B dan anti-AB hingga terbentuklah aglutinasi.
 
Untuk memudahkannya , berikut prosedur pemeriksaan golongan darah

 
1.       Perkenalkan diri
Dokter atau pun tenaga kesehatan yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan golongan darah , haruslah memperkenalkan diri.
2.       Menerangkan tujuan penetapan golongan darah dan prosedur yang akan dilakukan
Adapun tujuannya untuk mengetahui golongan darah pasien dimana pemeriksaan ini perlu dilakukan sebelum transfusi darah agar tidak terjadi reaksi hemolitik. Dengan prosedur :
o   Disinfeksi di salah satu ujung jari pasien dengan blood lancet
o   Tetes darah pertama akan di buang , dan yang diambil 2 tetes darah berikutnya yang akan di letakkan di atas kaca objek.
o   Tetes darah kedua akan di reaksikan dengan serum anti-A
o   Tetes darah ketiga akan di reaksikan dengan serum anti-B
o   Setelah itu campurkan darah yang ditetes tersebut dengan serum masing-masing menggunakan lidi steril
o   Lalu goyangkan perlahan kaca objek
o   Amati darah yang terbentuk aglutinasi
3.       Bahan dan Alat yang akan digunakan
o   Reagen serum anti-A dan serum anti-B
o   Blood lancet
o   Lancing device
o   Objek glass
o   Lidi steril
o   Kapas alkohol 70 %
o   Nier beken
4.       Lakukan tindakan asepsis
Terlebih dahulu pemeriksa mencuci tangan dan gunakan handscoon jika memungkinkan untuk proteksi diri
5.       Letakkan serum anti-A dan serum anti-B
6.       Pasang blood lancet pada lancing device
7.       Atur kedalaman jarum di angka pada lancing device
8.       Disinfeksi salah satu ujung jari pasien dengan kapas alkohol 70%
9.       Tusuk jari pasien dengan blood lancet
10.   Buang tetes darah pertama
11.   Letakkan tetes darah kedua dan ketiga masing-masing pada serum anti-A dan serum anti-B
12.   Campurkan darah dengan serum menggunakan lidi steril
13.   Goyangkan kaca objek dengan gerakan melingkar selama kurang 1 menit
14.   Perhatikan terbentuknya gltinasi setelah 2 menit
15.   Interpretasi hasil :
o   Gol.darah A : aglutinasi dengan serum anti-A dengan anti-B tidak
o   Gol.darah b : aglutinasi dengan serum anti-B dengan anti-A tidak
o   Gol.darah AB: aglutinasi dengan serum anti-A dan serum anti-B
o   GOL.darah O : tidak terjadi aglutinasi dengan kedua serum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar