Penetapan golongan darah ABO adalah salah satu cara
penetapan golongan darah yang berdasarkan identifikasi adanya antigen
(aglutinogen A dan B pada permukaan sel darah merah. Pemeriksaan golongan darah
ini penting untuk dilakukan sebelum hendak melakukan transfusi darah, hal ini
dilakukan untuk mencocokkan darah donor dengan darah pasien agar tidak terjadi
reaksi transfusi.
Reaksi transfusi ini dapat menyebabkan resiko, diantaranya :
·
Acute
: overload, reaksi hemolitik, reaksi alergi, emboli udara, demam ,dl
·
Delayed : infeksi dan imunosupresi
Untuk menentukan golongan
darah maka dilakukan pengambilan darah pasien kemudian mereaksikan darah pasien
tersebut dengan serum anti-A , anti-B dan anti-AB hingga terbentuklah aglutinasi.
1. Perkenalkan
diri
Dokter atau pun tenaga kesehatan yang bertugas untuk
melakukan pemeriksaan golongan darah , haruslah memperkenalkan diri.
2. Menerangkan
tujuan penetapan golongan darah dan prosedur yang akan dilakukan
Adapun tujuannya untuk mengetahui golongan darah pasien
dimana pemeriksaan ini perlu dilakukan sebelum transfusi darah agar tidak
terjadi reaksi hemolitik. Dengan prosedur :
o Disinfeksi
di salah satu ujung jari pasien dengan blood lancet
o Tetes
darah pertama akan di buang , dan yang diambil 2 tetes darah berikutnya yang
akan di letakkan di atas kaca objek.
o Tetes
darah kedua akan di reaksikan dengan serum anti-A
o Tetes
darah ketiga akan di reaksikan dengan serum anti-B
o Setelah
itu campurkan darah yang ditetes tersebut dengan serum masing-masing
menggunakan lidi steril
o Lalu
goyangkan perlahan kaca objek
o Amati
darah yang terbentuk aglutinasi
3. Bahan
dan Alat yang akan digunakan
o Reagen
serum anti-A dan serum anti-B
o Blood
lancet
o Lancing
device
o Objek
glass
o Lidi
steril
o Kapas
alkohol 70 %
o Nier
beken
4. Lakukan
tindakan asepsis
Terlebih dahulu pemeriksa mencuci tangan dan gunakan
handscoon jika memungkinkan untuk proteksi diri
5. Letakkan
serum anti-A dan serum anti-B
6. Pasang
blood lancet pada lancing device
7. Atur
kedalaman jarum di angka pada lancing device
8. Disinfeksi
salah satu ujung jari pasien dengan kapas alkohol 70%
9. Tusuk
jari pasien dengan blood lancet
10. Buang
tetes darah pertama
11. Letakkan
tetes darah kedua dan ketiga masing-masing pada serum anti-A dan serum anti-B
12. Campurkan
darah dengan serum menggunakan lidi steril
13. Goyangkan
kaca objek dengan gerakan melingkar selama kurang 1 menit
14. Perhatikan
terbentuknya gltinasi setelah 2 menit
15. Interpretasi
hasil :
o Gol.darah
A : aglutinasi dengan serum anti-A dengan anti-B tidak
o Gol.darah
b : aglutinasi dengan serum anti-B dengan anti-A tidak
o Gol.darah
AB: aglutinasi dengan serum anti-A dan serum anti-B
o GOL.darah
O : tidak terjadi aglutinasi dengan kedua serum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar